Pengetahuan Umum Buddhis – Path 5.Bagian Vihara

  • AULA DHARMADESANA

Bagian terpenting setelah Dharmasala adalah Aula Dharmadesana, aula ini dibangun dengan maksud sebagai tempat para anggota sangha dalam memberikan kotbah Dharma kepada umat Buddha atau dalam pembelajaran lain seperti seminar terkadang juga digunakan sebagai prasarana yang relevan.

Aula Dharmadesana dibangun dengan design yang tidak terlalu rumit. Pada bagian tengah depan ruangan terdapat sebuah tempat duduk teratai disiapkan untuk tempat duduk guru besar atau guru yang memberikan wejangan Dharma pada sebuah event atau retreat vihara. Aula Dharmadesana dibangun sebagai tempat pembabaran dan belajar Dharma maka dari segi penggunaan memang lebih khusus dan hanya dipakai pada waktu diskusi atau ceramah Dharma saja. Terkadang aula Dharmadesana juga digunakan oleh Sangha sebagai tempat pelafalan Vinaya disetiap bulan gelap dan terang.

  • AULA TRIPITAKA

Didalam sebuah vihara Aula Darmasala berfungsi sebagai tempat pesamuan para Buddha dan Bodhisattva, maka untuk aula Tripitaka adalah sebagai tempat tersimpannya buku Sutra dan risalah Canon Buddhis Tripitaka. Sebagai ajaran yang bersumber dari kotbah Hyang Buddha selama kurang lebih 49 tahun, maka Tripitaka adalah sebuah kumpulan cerita yang bisa dikatakan sangat komplek. Bahkan untuk menyimpannya saja membutuhkan tempat yang tidak sedikit sehingga tidak akan mudah untuk dibawa pergi untuk dibaca dan dipelajari secara lengkap. Maka jika dilihat dari harafiah namanya sudah mewakili yaitu tri = tiga , pitaka = keranjang, Tripitaka berarti 3 keranjang besar yang digunakan untuk memuat 3 kumpulan besar literature Buddhis (Vinaya, Sutra, Abhidhamma).

Aula TripitakaBanyak literature Mahayana yang tidak terdapat didalam ajaran sekte lain karena memang asal mula keberadaan literature asllinya sukar ditemukan. Seperti beberapa sutra besar hanya dapat ditemui didalam Mahayana dan tidak di sekte lain karena literature tersebut pada umumnya ditulis atas keterangan Dari para dewa maupun Bodhisattva berdasarkan kesaksian mereka dalam sebuah Kotbah yang disampaikan oleh Hyang Buddha. Seperti Sutra Avatamsaka adalah sebuah sutra yang dikotbahkan oleh Hyang Buddha didalam kondisi meditasi sehingga hanya para Bodhisattva dan para dewalah yang datang untuk mendengarkan kotbah sutra tersebut. Avatamsaka adalah sutra besar Mahayana yang pada saat setelah pembabarannya kemudian diabadikan didalam istana naga oleh raja naga. Kemudian para ratusan tahun berikutnya barulah Y.M. Nagarjuna yang mendapatkan kesempatan untuk mempelajari dan menyebarluaskan Avatamsaka didunia samsara.

Aula tripitaka dibangun dengan tujuan sebagai usaha pelestarian literature Mahayana yang dapat dipelajari oleh para generasi penerus dimasa yang akan datang dan para umat Buddha pada umumnya. Aula tripitaka pada umumnya memuat berbagai macam literature Buddhis yang bersumber dari Sutra , vinaya dan Abhidharma pitaka.

  • AULA LELUHUR

Ajaran Buddha sekte Mahayana telah mengalami perjalanan yang panjang untuk sampai dan berkembang diChina. Untuk itu telah banyak guru besar Dharmaduta yang telah memberikan kontribusinya untuk menolong orang-orang yang berjodoh dengan Buddha di China pada masa tersebut dan pengaruhnya dapat dirasakan sampai sekarang ini. Berkembangnya agama Buddha Mahayana tidak terlepas dengan kesungguhan para leluhur yang telah mendahului kita.

Atas dasar pemikiran yang demikianlah maka disetiap vihara Mahayana selalu menempatkan foto atau rupang para guru besar diaula leluhurnya. Pada umumnya pada setiap penanggalan lunar ke-1 dan ke-15 pagi setelah kebaktian pagi seluruh anggota vihara mengadakan penghormatan terhadap para sesepuh.

Aula LeluhurUntuk setiap vihara leluhur yang diabadikan rupang atau gambarnya belum tentu sama karena setiap aliran mempunya guru besar dan penurunannya pun berbeda sesuai dengan aliran yang dipelajari. Untuk vihara Zen pada umumnya akan memasang rupang atau gambar Sakyamuni Buddha sebagai pendiri atau penemu zen kemudian dilanjutkan dengan Y.M. Master Bodhidharma sebagai leluhur pertama di China dan Leluhur Patriarch ke-6 master Hui Neng sebagai guru besar yang membesarkan aliran Zen utamanya kehidupan vihara. Master HuiNeng dianggap sebagai Patriarch yang mempunyai peranan penting dalam tumbuh dan berkembangnya Zen dalam kehidupan vihara Mahayana, begitu juga dengan murid-muridNya yang demikian banyak. Mereka pun mempunyai peranan penting dalam perkembangan agama Buddha sehingga mampu membuat Buddhisme semakin menyebar sampai diseluruh belahan dunia.

Aula leluhur merupakan sebuah manifestasi dari ungkapan rasa bakti para murid yang ditujukan kepada para guru dimasa lampau agar jasa mereka terus hadir dalam setiap kehidupan ajaran Buddha sampai dimasa yang akan datang.

  • Rupang 33 penjelmaan Avalokitersvara Bodhisattva

Pada sebuah kondisi tertentu ( missal : pendiri vihara adalah penganut dan melatih diri berdasarkan Pintu Dharma maîtri-karuna Avalokitesvara atau sesuai dengan nama Vihara dan kondisi altar, dll ) terkadang sebuah vihara juga ada yang mempersembahkan / memuja rupang 33 penjelmaan Avalokitesvara. Pada umumnya posisi letaknya lebih cenderung mengelilingi rupang besar dari SahassaBhuja SahassaNetra Avalokitesvara atau yang lebih dikenal dengan sebutan Avalokitesvara bertangan dan mata seribu. 33 rupang tersebut didasarkan pada isi yang tercantum didalam Sutra Lotus yang merupakan penjelmaan tubuh agung dari Avalokitesvara dalam menolong makhluk-makhluk yang menderita agar terbebas dari penderitaan samsara. Pada sebuah vihara yang generasi atasnya atau pendiri viharanya menjalankan pintu pelatihan diri Avalokitesvara maka biasanya selalu memuja 33 rupang Avalokitesvara ini.

No Rupang Keterangan
1 Avalokitesvara杨柳观音

Avalokitesvara

Yang memegang daun Liu

Kuan yin membawa willow : tangan kanan memegang bunga padma (teratai) , tangan kiri pada posisi fang zhang didepan dada / ada juga yang memegang botol . india kuno mempercayai daun willow mempunyai keajaiban dapat menyembuhkan penyakit dan bencana . maka dengan siraman air suci melalui daun liu (wilow) disertai pembacaan mantra maka akan mendapatkan kekuatan dharma. Kuan yin memegang daun wilow ini lebih banyak ditemukan karena kisahnya yang begitu legendaries. Ada juga yang menyebutnya sebagai

Pada masa lalu didaerah Zhong Zhou  (中州地區) semua penduduknya mempunyai peradaban yang tidak baik , diliputi dengan keserakahan akan harta dan keuntungan pribadi .  maka daerah tersebut terjadi bencana  kekeringan sehingga guan yin bertekad menolong semua penduduk didaerah tersebut .  pada suatu malam kuan yin member mimpi yang sama kepada semua orang didaerah tersebut . dan pada pagi harinya semua orang mulai membicarakan tentang kedatangan kuan yin , sehingga setiap orang asing yang dating selalu ditanya apakah dia adalah kuan yin . namun tidak ada seorangpun yang mengakuinya. Pada saat tersebut sedang terjadi bencana kekeringan yang sangat hebat, diantara para pendatang asing tersebut terdapat seorang nenek pengemis yang seharian meminta makan namun tidak ada seorangpun yang mau memberinya makanan karena memang kondisi saat tersebut sangat susah.

Sang nenek setelah berkeliling kesemua rumah tetap tidak mendapatkan makanan sedikitpun , sehiggan dia mengeluh dan berucap : “kekeringan memang ketetapan langit (berarti dewa ) penguasa alam) , namun juga adalah hasil perbuatan manusia sendiri!” mendengar keluhan tersebut seorang tua bernama bermarga Liu (劉世顯) terkaget dan berfikir apakah dia adalah kuan yin .

“nenek tua ucapanmu memang benar , apakah berarti jika semua orang mulai berbuat baik dan mengumpulkan pahala apakah bencana ini dapat berakhir?”

“langit sangatlah welas asih , kebaikan akan menang tiga kali daripada kejahatan , hanya jika semua orang mempu bertobat dan memulai menanam karma baik maka langitpun akan melihatnya.”

Mendengar kata – kata nenek tua tersebut tuan  Liu segera bersujud dan menyembah bodhisattva , berjanji akan mengajak orang – orang agar berbuat baik menjadi murid Buddha , membangun kuti dan memuja kuan yin jika beliau bersedia dating dan menolong orang-orang didaerah tersebut agar terbebas dari bencana . bodhisattva berjanji akan dating dihari berikutnya tengah hari.

Penduduk mendengar cerita dari tuan Liu tersebut merasa bimbang apakah benar kuan yin akan dating, namun pada akhirnya dihari yang telah ditentukan mereka semua berkumpul . saat tersebut awan putih dating , kemudian sesaat awan tersebut menyebar dan ditengah muncullah tubuh sang bodhisattva yang anggun memakai jubah , dengan memegang botol yang didalamnya terdapat daun liu . para penduduk segera bersujud dan mengagungkan nama kuan yin , saat tersebut kuan yin melambaikan daun liu kearah tanah para petani sesaat itu pula tubuhnya menghilang . dan tidak berapa lama akhirnya turun hujan yang membasahi daerah tersebut.

Mulai hari itulah semua penduduk percaya pada Buddha dharma dan mendirikan kuti yang memuja kuan yin dengan membawa wilow dan botol sucinya. Maka kuan yin tersebut sering dikenal dengan 楊柳觀音 kuan yin yang memegang wilow / daun liu.

 

2 Avalokitesvara diatas kepala naga龙头观音

….

Avalokitesvara diatas kepala Naga

Kuan yin diatas kepala naga : duduk dikepala naga diatas awan , beliau membabarkan dharma kepada para makhluk dewa naga .

Bentuk perubahan diri kuan yin pu sa ini seperti yang tersebut didalam saddharmapundarika sutra bab ke-25 yang menyebutkan bahwa kuan yin akan dating dalam bentuk tubuh sesuai apa yang diinginkan oleh makhluk hidup yang butuh bantuannya . salah satu bentuknya adalah seorang bodhisattva yang duduk bersila diatas naga yang menaiki awan kebahagiaan.  Bentuk ini adalah tubuh yang menolong para makhluk naga dan sejenisnya.

3 Avalokitesvara memegang kitab sutra持經观音

….

Avalokitesvara yang memegang kitab sutra

Kuan yin membawa sutra :duduk diatas batu  , tangan kanan memegang sutra , tangan kiri diatas lutut .

Menurut kisah pada masa dinasti Tang hiduplah seorang cendekia yang sangat rajin bermarga Qian (錢廖), pada saat mengahadapi ujian karena tidak beruntung akhirnya kalah dari teman-temannya . ditengah harapan yang tidak sesuai ini saat melakukan perjalanan tiba-tiba terhalang oleh hujan lebat , untuk itu diapun berteduh didalam sebuah kuil tua.  Sangat heran ternyata didalam kuil tersebut terdapat sebuah patung kuan yin yang sedang memegang sutra dan oleh karena melihatnya diapun menjadi tersadarkan dan segera bersujud menghormat kepada patung tersebut.

Alhasil karena merasa terinspirasi oleh patung tersebut dia semakin rajin dan pada saat mengahadapi ujian selanjutnya berhasil mendapat juara (高中狀元) . karena ungkapan rasa terima kasihnya atas welas asih kuan yin pus a maka dia pun memperbaiki kuil tersebut.

 

4 Avalokitesvara cahaya sempurna圆光观音

….

Avalokitesvara Cahaya Sempurna

kuan yin cahaya terang   : ditengah cahaya api yang terang duduk diatas batu .

menurut cerita didaerah hokkien terdapat sebuah pedesaan gunung yang disana terdapat seeekor makhluk aneh yang dating kedesa untuk memakan mata anak – anak agar mendapatkan kesaktian. Makhluk tersebut dating saat para orang dewasa sedang pergi berburu dihutan.

Saat tersebut kuan yin dengan welas asihnya dating menyamar dalam bentuk tubuh seorang anak kecil sebagai mangsa untuk sang makhluk aneh . saat makhluk mendekat tiba – tiba dibelakang tubuh sang anak keluar cahaya api yang besar  akhirnya makhluk aneh tersebutpun takhluk .

 

5 Avalokitesvara yang sedang bermain ria游戏观音

….

Avalokitesvara yang sedang bermain ria

          kuan yin yang  sedang bermain :  kuan yin menaiki awan 5 warna dalam tubuh yang sedang bermain .

menurut cerita didaerah luo yang (洛陽城內) terdapat sebuah toko cermin keluarga Wei , pada mulanya bisnis mereka sangat sepi namun karena ketulusan hati sang pemilik toko yang mempercayai Buddha maka kuan yin yang sedang menaiki awanpun turun dan memberinya sebuah cermin sakti . jika ada orang yanghendak melihat kehidupan lampau dan yang akan dating dari diri mereka sendiri , hanya dengan sejumlah uang maka dia akan dapat melihatnya didepan cermin tersebut . maka dari itu seketika berita menyebar toko itupun menjadi ramai , banyak orang dating melihat kehidupan lampau dan yang akan dating mereka.

Karma selalu mengikuti pembuatnya , maka hampir semua orang yang dating melihat cermin tersebut tersadarkan dan segera memperbaiki perbuatan mereka , percaya pada Buddha dharma dan melakukan perbuatan baik . maka dari uang hasil yang dikumpulkan tersebut , toko itu membeli sebuah patung kuan yin bemuka tiga untuk disembah.  Kemudian setelah itu usaha cermin keluarga Liu semakin berkembang .

 

6 Avalokitesvara berjubah putih白衣观音

Avalokitesvara berjubah Putih

  kuan yin berjubah putih : memakai baju putih dan duduk bersila diatas batu .

pada masa dinasti Song (976-996) didaerah luo yang hidup seorang bermarga Xu (徐先生) dengan istrinya , mereka mempunyai seorang anak perempuan bernama miao yin (妙音). Saat sejak kecil anak ini sudah bervegetarian dan saat mulai menganjak dewasa dia sering membaca sutra lotus (法華經) . saat kedua orang tua meminta agar segera menikah miao yin selalu menolak dan mengatakan jika harus berumah tangga maka berarti menambah beban hidup.

Namun orang tua miao yin tetap diam-diam menjodohkan  anaknya dengan seorang anak dari keluarga bermarga wang (王承祖).  Orangutanya diam diam merencanakan pesta pernikahannya dengan tuan muda wang. Pada saat hari tersebut mereka membohongi miao yin agar pergi keluar melihat festival lampion . namun dijalan miao yin diculik oleh ratusan orang dari keluarga sang calon suaminya . saat itulah miao yin memohon kepada para dewa agar dilindungi. Pada saat itulah terjadi keajaiban , turun hujan , petir dan angin . pada saat kondisi yang demikian kacaunya miao yin terbang bersama awan putih , saat semua reda mereka menemui miao yin sudah tidak berbekas dan yang teringgal hanyalah sebuah buku sutra lotus (saddharma pundarika sutra / 法華經). Karena kejadian inilah keluarga wang dilaporkan oleh orang tua dari miao yin atas hilangnya sang anak. Akhirnya tuan muda wang ditangkap dan hendak mendapat hukuman mati. Saat itulah tuan muda wang menyadari arti dari perubahan dan kehidupan seseorang. Maka diapun bertekad akan menjadi murid Buddha jika dapat dengan selamat kembali kerumahnya.

Pada saat tersebut sang raja sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-60 maka beliau memberikan grasi kepada seluruh terpidana mati . akhirnya tuan muda wang pun mendapat keringanan dan dibuang kedaerah pinggiran sebagai ganti hukuman mati.

Saat sedang melakukan perjalanan tiba-tiba tuan muda wang mendengar suara mu yi ,kemudian mencari sumber bunyi  tuan muda wang mendapati miao yin disebuah tempat disana dia hidup seorang diri. Miao yin menceritakan segala sesuatu yang telah terjadi kepada tuan muda wang, karena itulah wang kemudian memutuskan belajar dharma dan menjadi murid miao yin. Kemudian tuan muda wang menyebarkan berita ini dank arena itulah banyak warga termasuk kedua orang tua miao yin dan orang tuanya dating menjadi murid Buddha .

Pada suatu saat dibulan petama hari ketiga , miao yin naik kelangit dan menjadi penolong derita maha welas asih kuan yin pusa

7 Avalokitesvara diatas bunga teratai卧莲观音

….

Avalokitesvara diatas Bunga Teratai

Beranjali dan duduk diatas bunga teratai
8  

Avalokitesvara disumber air泷见观音

Avalokitesvara di sumber air

Kuan yin disumber air :

Pada masa akhir dinasti Tang , terjadi kekeringan yang menyebabkan penduduk kurang bahan pangan  . pada saat tersebut seorang petani bermarga Hu (胡) Yang ibunya sedang sakit memperebutkan rumput liar dengan orang lain. Karena pertengkaran ini dia pun masuk penjara. Suatu hari istri dari petani Hu melihat  kuan yin pusa sedang duduk menikmati pemandangan air terjun , namun saat dia mengusap matanya seketika itu pula kuan yin tersebut menghilang.

Tidak lama kemudian saat dia menggali tanah menemukan sebuah patung kuan yin dari batu, diapun meletakkannya divihara untuk disembayangi siang dan malam. Tidak lama setelah itu ,tempat dimana dia menemukan patung kuan yin tersebut tiba-tiba muncul sumber air yang begitu melimpah sehingga pada tahun itu mereka mendapatkan panen yang banyak. Suami yang dihukumpun kini dilepas , karena ceritanya yang berhubungan dengan sumber air maka disebutlah demikian .

9 Avalokitesvara memberi obat施药观音

….

Avalokitesvara Yang Memberi Obat

Kuan yin yang memberi obat : seperti yang terdapat didalam kutipan syair sutra phu men phin yang menyebutkan jika makhluk yang membutuhkan pertolongan kuan yin dalam bentuk vaisravana (dewa pengetahuan , kekayaan ) maka beliau akan menolongnya dalam tubuh tersebut.

Pada masa dinasti Tang , didaerah shan dong deng zhou  (山東登州) terjadi bencana penyakit yang menyebar. Maka kuan yin  dengan welas asihya dating menolong para penduduk ditempat tersebut dengan merubah diri sebagai penjual obat.

Sang tabib ini mengetahui bahwa sumber penyakit dari para penduduk adalah karena adanya pandangan sesat dan kurang menanam kebajikan maka baru tertimpa musibah tersebut, dan penyakit tersebut hanya dapat disembuhkan dengan sebuah tanaman rumput (藿香). Setelah kuan yin mendapatkan tanaman tersebut ternyatamemang berkasiat menyembuhkan wabah penyakit para penduduk . karena hal tersebut menyebar dengan cepat makan semakin banyak orang yang dating berobat. Setelah penyakit dapat teratasi , tabib tersebut pergi kesebuah vihara dan disanalah dia menampakkan wujud aslinya, kemudian mewariskan ilmu perobatan kepada seorang bhiksu bernama you than (優曇法師) agar dia melanjutkan misi menolong makhluk hidup.

Bhiksu you than menceritakan hal tersebut kepada semua penduduk , dan setelah itu barulah penduduk setempat memuja patung kuan yin yang membawa rumput obat huo xiang (藿香) bukan daun wilow . maka dari kisah inilah muncul kuan yin yang member obat.

10 Avalokitesvara membawa keranjang ikan鱼篮观音

Avalokitesvara membawa Keranjang Ikan

           Kuan yin membawa keranjang ikan : membawa  keranjang yang berisi ikan , kadang juga berdiri diatas ikan raksasa.

Pada saat setelah kuan yin pu sa mencapai penerangan sempurna beliau mengetahui penduduk disuatu daerah nelayan tidak mengerti tata krama , maka kuan yin merubah diri untuk menolong penduduk.

Suatu ketika kuan yin dating dalam tubuh seorang wanita cantik yang membawa keranjang berisi dua ekor ikan untuk dijual. Saat ada yang hendak membeli gadis tersebut justru mengatakan bahwa ikannya bukan untuk dimasak melainkan harus dilepas kembali sebagai fang sheng . mendengar hal tersebut tidak ada seorangpun yang bersedia membeli  ikan gadis itu karena merasa saying dengan uang mereka jika harus dibuang percuma.

Pada hari berikutnya gadis tersebut tetap menjual ikan yang sama , namun karena permintaanya yang tidak masuk akal maka tidak ada orang yang ingin membeli ikannya . sampai seorang pemuda bermarga Ma (馬朗) yang mulai tertarik padanya dating untuk meminangnya menjadi istri. Tak lama banyak juga orang yang mulai jatuh hati pada gadis tersebut dan memintanya menjadi istri. Karena bergitu banyak orang akhirnya sang gadis memberikan syarat kepada para calon suami agar dalam waktu satu malam untuk menghafalkan sutra Phu Men Phin (versi lain menyebut xin jing , phu men phin , fa hua jing ) bagi yang hafal maka dialah yang suami.

Pada hari berikutnya ternyata banyak orang yan berhasil menghafalnya , untuk itu diapun membuat syarat baru agar mereka mengahafal sutra intan  (jin gang jing ) dan hasilnya masih saja ada 3 orang yang berhasil  , kemudian gadis tersebut memberikan sutra lotus (fa hua jing) kepada ketiga calon suaminya ddalam waktu 3 hari yang berhasil mengahafalnya maka akan menjadi suaminya. Setelah waktu berlalu ternyata pemuda bermarga ma lah yang berhasil mengahafal dan menjadi suami sang gadis.

Pada saat pernikahan dimalam pertama mereka tiba-tiba sang istri meninggal dunia dalam seketika tubuhnya membusuk . setelah kematian sang istri ma lang selalu membaca sutra yang diberikan padanya , sampai akhirnya dia seperti mendapatkan pencerahan. Beberapa saat kemudian kuan yin pus a dating lagi untuk menolong ma lang dalam tubuh seorang bhiksu tua . bhiksu tersebut mengatakan padanya bahwa gadis yang dahulu pernah menikah dengan nya adalah penjelmaan dari kuan yin pus a. karena dia telah memberikan sutra maka ma lang harus mempelajari dan menyebarkannya kepada semua makhluk. Ma lang dengan sangat terharu menerima nasehat sang bhiksu , namun tiba-tiba bhiksupun hilang . saat membuktikannya dengan menggali dan membuka peti mati sang istri ternyata ma lang hanya mendapati tubuh istrinya telah hilang . kemudian mulai hari tersebut ma lang mempergunakan  rumahnya untuk dijadikan kuil kuan yin pus a yang bertubuh gadis cantik membawa keranjang ikan.

 

11 Avalokitesvara berjasa德王观音           Kuan yin yang berjasa : duduk diatas batu , dengan tangan kanan memegang daun liu , tangan kiri diletakkan didepan perut posisi fang zhang.

Pada masa dinasti Tang saat terjadi pemberontakan didaerah huai xi (淮西) penduduk mengalami penderitaan yang tak terhingga. Pada saat itu pemimpin daerah yang menjabat bernama pei du (裴度) dating ke kuil kuan yin untuk sembayang dan meminta petunjuka kuan yin , akhirnya kuan yin dating dalam tubuh seorang raja brahma dan memberinya petunjuk dalam menghadapi permasalahan tersebut , kemudian memintanya untuk menolong rakyat.

Alhasil pei du memperoleh kemenangan dan atas jasanya ini dia mendapatkan penghargaan dari raja. Karena mengingat jasa dari kuan yin pu sa atas keberhasilannya maka pei du membangun sebuah kuil kuanyin pu sa didaerah huai xi yang diharap dapat melindungi makhluk hidup.

 

12 Avalokitesvara diair rembulan水月观音 Kuan yin diair rembulan : diatas teratai dibawah cahaya bulan

Suatu hari kuan yin pus a dating didaerah Nanjing dalam bentuk seorang gadis yang sembayang . beliau dating untuk  menolong para makhluk yang menjadi korban perang karena mereka semua tidak dapat terlahir dialam bahagia. Gadis tersebut mendirikan panggung batu dan berdiri diatasnya , memanjatkan mantra maha karuna dharani ribuan kali kemudian menyipratkan air amerta dari dalam botol melalu daun liu.

Melihat hal aneh ini semua orang penduduk sekitar merasa heran dengan tindakan sang gadis . gadis tersebut mengumumkan bahwa kedatangannya bukan untuk meminta dana ataupun bantuan, namun untuk melakukan ritual sembayang selama 49 hari  demi menolong makhluk-makhluk yang menderita, setelah itu baru dia akan memberikan penjelasan kepada semua penduduk.

Setelah 49 hari terlewati akhirnya semua penduduk berkumpul dan mendengarkan ceramah dari sang gadis. Akhirnya diantara begitu banyak orang hanya satu orang saja yang menyadari bahwa gadis tersebut adalah jelamaan dari kuan yin pusa. Kemudia dia segera menanyakan, saya pernah mendengar maha welas asih kuan yin pusa selalu berkelana menolong makhluk hidup yang menderita , apakah kami mempunyai jodoh hari ini agar dapat melihat tubuh beliau yang nyata. Gadis menjawab :”bisa” dengan tangan menunjuk kearah sungai sambil berkata :”bukankah itu ditengah sungai adalah kuan yin ?” penduduk serentak menoleh dan menyembah sebuah bayangan ditengah sungai yang diikuti dengan cahaya bulan yang begitu terang. Namun tiba-tiba bayangan dan cahaya ituhilang bersamaan dengan itu pula gadis yang bersembayang tadi pun sirna tak berbekas.

Atas keahlian seorang penggambar bernama qiu zi qing (丘子靖) yang begitu hidup akhirnya bentuk  sang bodhisattva dapat dilukiskan kedalam gambar. Kemudian barulah pemujaan terhadap kuan yin ditengah air dan cahaya bulan ini mulai popular dimasyarakat terutama daerah setempat.

 

13 Avalokitesvara diatas selembar daun一叶观音              Kuan yin diatas selembar daun : kuan yin yang berdiri diatas selembar daun teratai dan mengapung diatas permukaan air. Bentuk ini merupakan seperti perwujudan yang terdapat didalam sutra teratai :”saat  seseorang menghadapi kesulitan dan mara bahaya , jika ,mereka dengan tulus hati mengagungkan nama kuan yin pus a maka akan terhindar dari bencana tersebut karena adanya bantuan dan kemujuran yang diberikan oleh kuan yin.”
14 Avalokitesvara berleher hijau青颈观音             Kuan yin berleher hijau : memiliki cirri khas yaitu leher yang berwarna hijau, sebagai penolong makhluk dari racun agar tidak melukai mereka , sering juga disebut dengan kuan yin berkepala hijau.

 

Menurut cerita , pada zaman dahulu hidup seorang pedagang bernama jia yi feng (賈一峰) yang bermimpi bertemu dengan kuan yin berkepala satu dengan tiga wajah kemudian melantunkan gatha 4 bait kepadanya :

逢桥莫停舟, saat bertemu jembatan jangan memberhentikan kapal

逢油即抹头。 Saat melihat minyak oleskanlah dikepala

斗谷三升米, ………………………..

青蝇捧笔头。 Lalat hijau memegang ujung pena

Kemudian pedagang tersebutmengikuti petunjuk kuan yin dan pulang dengan selamat, pada saat sebelum tidur bersama istrinya , dia sempat mengolesi kepalanya dengan minyak . pada saat malam hari dating seorang pembunuh yang hendak membunuhnya , namun karena bau minyak tersebut akhirnya sang pembunuh misterius salah membunuh istrinya. Pada saat terungkapnya kejadian ini para pejabat mencurigai jia yi feng telah membunuh istrinya sendiri. Maka mereka menjatuhinya hukuman mati. Namun saat petugas akan menulis tentang pangadilannya tiba – tiba dating lalat hijau yang menahan pena petugas tersebut, setelah melalui penyelidikan akhirnya tertangkaplah pembunuh yang sebenarnya.

15 Avalokitesvara yg gagah dan berbudi威德观音             Kuan yin gagah yang berbudi :  menurut carita saat raja dinasti Tang sedang melakukan perjalanan untuk mengadakan invansi menyerang daerah lawan ternyata panglima yang diutus didepan menemui kesulitan , namun karena petunjuk dari kuan yin dengan perwujudan tubuh seorang panglima yang gagah  akhirnya mereka menemukan titik kelemahan dari sang lawan. Dan karena itulah kaisar berhasil menakhlukkan lawannya.

 

16 Avalokitesvara yg memberi umur panjang延命观音 Kuan yin yang memberi umur panjang : menurut cerita didaerah Tia Cang (太倉) pernah terjadi sebuah wabah penyakit yang sangat aneh , penyakit tersebut tidak dapat diobati sehingga penduduk merasakan derita yang begitu dalam. Mendengar hal tersebut kuan yin menjelma menjadi seorang bhiksu yang memiliki penyakit kulit dikepalanya yang menawarkan obat untuk mengobati penduduk. Pada awalnya tidak ada seorangpun yang bersedia memakai obat sang bhiksu tersebut . namun pada akhirnya seorang nenek tua bersedia memakai obat yang terbuat dari kuah daun willow , alhasil beliau sembuh . karena inilah berita menyebar dengan cepat dan semakin banyak orang yang terselamatkan , pada saat penduduk ingin mengucapkan terima kasih kepada sang bhiksu ternyata kuan yin pus a menampakkan wujud aslinya dan terbang menunggangi awan . karena jasa kebajikan kuan yin pu  sa inilah akhirnya penduduk memuja rupang kuan yin yang membawa daun willow.
17 Avalokitesvara yg memberi rejeki众宝观音 Kuan yin pu  pemberi rejeki : menurut cerita didaerah Jiang Bei (江北) meskipun penduduknya sangat rajin namun mereka tidak pandai dalam hal berbisnis maka tidak heran kebanyakan adalah orang-orang dikalangan miskin. Diantara penduduk tersebut terdapat sebuah keluarga marga Wan (萬) yang sangat patuh dan taat kepada Buddha dharma , keluarga ini memuja kuan yin dengan menghiasi rupangnya penuh dengan permata . setiap hari keluarga ini selalu menyembah kuan yin pu  sa ,   dank arena inilah hari demi hari perekonomian keluarga wan semakin membaik sehingga kebiasaaan mereka memuja kuan yin pun menjadi adat masyarakat setempat. Dan karena berkah kuan yin pu  sa akhirnya masyarakat menjadi makmur sejahtera.
18 Avalokitesvara diatas batu岩户观音 Kuan yin diatas batu : duduk tenang bermeditasi diatas batu berongga , menurut kisah terdapat seorang bernama Wu Zhang (吳璋) yang sedang mencari ibundanya yang hilang . suatu saat ditengah perjalanan tiba-tiba digigit oleh ular beracun sehingga keadaannya sangat kritis . saat tersebut kuan yin pu sa sangat terharu dengan rasa bakti dari wu zhang ini , sehingga kuan yin menampakkan diri dengan tubuh yang begitu anggun memberikan penyembuhan kepada wu zhang sehingga saat dia terbangun dapat berkumpul lagi dengan ibundanya. Kuan yin dengan cahaya cinta kasih memadamkan segala racun keserakahan , kebencian dan kebodohan menyelamatkan umat manusia dari derita samsara.

 

19 Avalokitesvara yg memberi ketenangan能静观音 Kuan yin yang memberi ketenangan , menurut cerita dahulu kala ada sebuah keluarga bermarga Zhang (張) , keluarga ini mempunyai 3 orang anak laki-laki . ketiga anak tersebut tidak lamapun menikah dan membawa istri mereka untuk tinggalk bersama dengan sang ibu dirumah . namun ternyata sang menantu tersebut tidak mempunyai jodoh yang baik dengan mertuanya , karena semenjak masuk rumah mereka selalu cek cok sehingga membuat orang disekitarpun terganggu . saat kondisi rumah tangga yang tidak bisa damai seperti ini kuan yin dating dalam bentuk tubuh seorang bhiksuni tua yang berpindapatta kerumah keluarga zhang . kemudian bhiksuni menyairkan sebuah puisi :

静慧如海累难修,

kebijaksanaan yang tenang seperti samudra hasil melatih diri yg terkumpul

百千万劫化阎浮

Selama jutaan kalpa menolong samsara

心中常念观自在,

didalam hati mengingat bodhisattva

甘露遍洒自圆融。

Tubuh mencapai kesempurnaan ditaburi air amerta surgawi

Mendengar gatha ini kemudian keluarga zhang yang tadinya bertengkar setiap hari kini mulai menjadi harmonis karena mereka memahami makna puisi tersebut dan mempraktekkannya.

20 Avalokitesvara anuda阿藐观音 Anuda avalokitesvara

Duduk diatas batu dengan kaki kiri diatas batu dan 2 tangan saling bersilang , memandang laut. Anuda avalokitesvara seperti yang terdapat dalam petikan saddharapundarika sutta :

“Seandainya ada mahluk yang terdampar di tengah samudra,yang juga mendapat kesukaran dari  mahluk  samudra  yang  jahat,mengagungkan  nama Avalokitesvara dengan tulus,maka tiada ombak yang mampu menenggelamkannya.”Wujud ini memuliakan kemampuan Avalokitesvara yang melindungi manusia dari bencana di tengah perjalanan laut.

Menurut kisah suatu ketika kuan yin ingin menolong para pekerja tambang didaerah Yang zhou . beliau menjelma sebagai seorang bhiksu yang berpindapata , dia meneriaki para penambang tersebut bahwa tempat itu akan runtuh , namun tak seorangpun memperdulikannya. Maka dengan bentuk lain  kuan yin menjelma dan menolong mereka dengan tubuh seorang gadis muda penjual manthou .

“ mantou…mantou…besar dan manis ..gratis…”

Mendengar  suara tersebut maka para pekerja pun bergegas mendekat sang gadis dan meninggalkan pekerjaan mereka.sesaat setelah semua orang pergi tiba-tiba galian tambang tersebut runtuh seketika, para pekerja tersebut terkaget saat melihat kejadian ini . saat menengok kedepan mereka ternyata gadis penjual manthou sudah menghilang , kemudian muncul kuan yin dengan suara merdu yang angkasa dan duduk diatas awan yang anggun.

21 Avalokitesvara amoti阿摩提观音 Amoti avalokitesvara

Sering digambarkan dengan wujud menunggang singa putih dengan tubuh yang mengeluarkan cahaya. Dengan tubuh yang dikelilingi oleh kekuatan maha agung beliau menolong semua makhluk yang menderita.

 

22 Avalokitesvara berbaju daun叶衣观音  Kuan yin berbaju daun

Menurut cerita hiduplah sepasang anak dan ibu yang hidup menderita karena sang ayah sudah lama meninggal. Mereka hidup atas belas kasihan dari orang lain sebagai pengemis. Beruntung atas kebaikan keluarga bermarga He yang menjual makanan akhirnya mereka dapat menjalani kehidupan yang bahagia.. semua orang tau bahwa keluarga He adalah    seorang yang dermawan , maka suatu ketika kuan yin dating sebagai seorang pegawai pemerintahan yang memberikannya sebuah batu giok kepadanya agar selalu terlindungi , usaha lancer. Menurut kisah kuan yin pus a memakai baju dari ribuan daun , dan beliau akan mencatat  diatas daun tersebut semua kebaikan yang dilakukan oleh manusia.

23 Avalokitesvara lazuardi琉璃观音   Kuan yin lazuardi

Menurut cerita dahulu ada seorang yang membuat rupang kuan yin namun suatu ketika beliau difitnah akhirnya mendapat hukuman penggal. Pada saat satu hari sebelum hukuman dilaksanakan beliau mimpi bertemu dengan seorang bhiksu dan mengajarinya untuk melafal mantra ka wang kuan yin , dia terus melafal mantra tersebut . sampai pada saat pelaksanaan hukuman penggal ternyata 3 golokpun tidak mampu memotong lehernya. Kemudian pejabat melepaskannya , saat terbangun dari mimpi dia bersujud menghormat patung bodhisattva ternyata sang bodhisatvalah yang menolongnya , karena dileher rupang tersebut terdapat 3 tanda pisau. Karena keajaiban tersebut akhirnya semakin banyak orang yang menyembah kuan yin.

24 Avalokitesvara banyak mata多罗观音 Kuan yin dengan banyak mata (tho lo kuan yin)

Pada saat masa akhir dynasty song utara , banyak terjadi kekacauan . untuk mengatasi hal tersebut para panglima mengadakan perang melawan para pemberontak. Pada saat tersebut seorang tua yang ketiga anaknya dipaksa berperang dan setelah itu dia hanya tinggal dengan sang menantu dan cucunya setiap hari nenek tua tersebut menunggu kedatangan sang anak didepan pintu diiringi dengan tangisan yang membasahi muka sang nenek tua . karena kesedihan yang demikian mendalam akhirnya sang nenek tua pun kehilangan penglihatannya.

Melihat  derita nenek tua tersebut timbul belas kasih kuan yin pu sa yang demikian dalam, sehingga menjelma menjadi seorang dokter yang tidak memakai sepatu untuk menyembuhkan mata sang nenek tua, juga melindungi anaknya yang pergi berperang sampai semuanya kembali dengan selamat.

25 Avalokitesvara dalam kerang蛤蜊观音 Kuan yin didalam kerang

Menurut kisah raja dynasty tang bernama wen zong sangat suka makan kerang (蛤蜊) . dan karena itulah para nelayan setiap hari harus bekerja keras mencari kerang kesukaan sang raja untuk dipersembahkan setiap bulannya. Hari-hari  berlalu dengan penderitaan para petani dalam mencari kerang untuk sang raja, kadang sampai angin badaipun tetap dilalui bahkan ada yang tidak tau kabar rimbanya, setelah melaut tidak kembali pulang .

Melihat derita rakyat yang demikian menderitanya , maka timbullah welas asih kuan yin pu sa . dengan kekuatan cinta kasih beliau menjelma kedalam tubuh seekor kerang. Kerang tersebut tidak dapat dibuka dengan cara apapun . akhirnya petugas dapur memperlihatkan kerang ajaib tersebut. Namun begitu sampai ditangan sang raja tiba-tiba kerang terbuka dengan sendirinya diikuti dengan bayangan malaikat kecil yang beterbangan. Seketika itu juga sang raja memerintahkan agar seluruh nelayan tidak lagi menangkap kerang untuknya. Dan karena itulah rakyat pun kembali hidup dengan tentram dan damai.

26 Avalokitesvara 6 masa六时观音 Kuan yin 6 masa waktu

Dalam kepercayaan tradisi India kuno waktu dibagi menjadi 6 bagian :

Hari terang :  –     fajar

–          Tengah hari

–          Matahari mulai tenggelam

 

Hari gelap  :  –     sore permulaan

–          Tengah gelap

–          Gelap menjelang pagi

Sedangkan menurut pembagian menurut hitungan tahun adalah :

Tanggal 16 bulan pertama – tanggal 15 bulan ke- 3         à panas ringan

Tanggal 16 bulan ke-3        _  tanggal 15 bulan ke-5         à panas tinggi

Tanggal 16 bulan ke- 5       _  tanggal 15 bulan ke-7         à  musim hujan

Tanggal 16 bulan ke-7        _  tanggal 15 bulan ke-9         à musim semi

Tanggal 16 bulan ke-9        _  tanggal 15 bulan ke-11       à musim dingin permulaan

Tanggal 16 bulan ke-11     _  tanggal 15 bulan pertama   à musim paling dingin

Dan selama 6 masa waktu tersebut kuan yin dengan tanpa lelah selalu menjaga dan melindungi umat manusia agar mereka  terlepas dari derita dunia . maka karena itulah beliau selalu diagungkan oleh semua makhluk atas welas asih yang demikian agungnya. Sedangkan didalam sutra lotus bab-25 tentang pintu universal (universal gate ) dari kuan yin pus a menyebutkan :

“ jika  manusia membutuhkan pencerahan melalui bentuk seorang umat berbudi , maka kuan yin pus a akan menolongnya dengan bentuk umat berbudi pula.” Maka dari itulah 33  bentuk dari kuan yin pu sa mempunyai bentuk seorang umat berbudi yang disebut sebagai kuan yin 6 masa waktu.

27 Avalokitesvara welas asih普悲观音 Kuan yin penyebar welas asih

Seperti yang tersebut didalam sutra lotus bagian universal gate :

“jika seseorang harus ditolong dalam bentuk seorang dewa , maka kuan yin akan menampakkan diri dalam bentuk tersebut.”

Wujud ini memiliki bentuk memakai baju surgawi  dengan tangan yang tersembunyi didalam jubahnya mengarah kebawah dan berdiri diatas gunung layaknya seorang malaikat penolong  . wujud tersebut adalah alam dewa yang paling tinggi dengan kekuatan yang sangat  besar, sehingga disebut sebagai kuan yin yang menyebarkan welas asih.

28 Avalokitesvara berkuda马郎观音 Kuan yin sang wanita berkuda

Menurut kisah pada masa pemerintahan kaisar dinasti Tang Xuan Zong , didaerah Shan Xi (陝西) banyak orang yang pandai memanah dengan berkuda, namun mereka belum mengenal Buddha dharma . maka dengan tubuh seorang wanita berkuda kuan yin menolong orang – orang didaerah tersebut dengan memberikan pelajaran dharma.

 

29 Avalokitesvara beranjali合掌观音 Kuan yin beranjali

Pada masa dahulu kala , dua keluarga bertetangga dekat  yaitu  keluarga zhang yang bekerja sebagai tukang kayu sedangkan keluarga chen bekerja sebagai sseorang petani yang menanam buah. Kedua selalu berselisih paham mengenai batas rumah mereka, keduanya bersikeras dan tidak ada yang mau mengalah . melihat perseteruan ini kuan yin dengan welas asih nya menjelma menjadi seorang pedagang kaya yang membeli kayu dari keluarga chen , kemudian menjualnya kembali kepada keluarga zhang sang tukang kayu dengan murah. Maka dengan adanya ini hubungan dagang merekasemakin erat , rasa saling membutuhkanpun semakin terasa . begitu pula dengan penduduk sekitar rumah mereka mulai menjalin hubungan yang baik pula dengan kedua keluarga tersebut.

Dan pada akhirnya kuan yin menampakkan dirinya dalam tubuh bodhisattva yang sedang beranjali, yang mengajarkan umat manusia untuk saling mengasihi , menolong dan saling menjalin hubungan baik.

30 Avalokitesvara wujud tunggal一如观音 Kuan yin dengan wujud tunggal

Adalah salah satu dari 33 wujud penjelmaan dari kuan yin pus a, wujud ini merupakan bentuk pelatihan diri sehingga mencapai tingkat tertinggi , duduk diatas teratai yang diatas awan   yang terbang diatas langit.

Menurut sutra lotus bagian pintu universal kuan yin pus a (universal gate of guan yin ) menyatakan :

“jika dating awan yang mendatangkan petir kemudian akan disusul dengan hujan badai; maka dengan kekuatan dari pelafalan nama kuan yin ini semuanya akan menghilang.”

Kekuatan kuan yin pus a yang terbang diatas awan dengan membentuk mudra membabarkan dharma ini  mampu menakhlukkan pasukan mara petir.

Menurut kisah bentuk kuan yin ini lah yang meindungi bhiksu Tang sewaktu melakukan perjalanan kebarat mengambil kitab suci. Karena keteguhan hati menghadapi beribu rintangan dan kesulitan namun tetap pada pikiran yang bersih maka akhirnya boshisatva pun terharu dengan kekuatan hati sang bhiksu sehingga melindunginya sampai mencapai pencerahan.

31 Avalokitesvara tubuh kuan yin pusa不二观音 Satu tubuh kuan yin pusa

Berdiri diatas air atau juga diatas daun teratai dengan memakai pakaian surgawi, terbang diatas permukaan air  . satu pelatihan diri (dharma yang tidak mendua) adalah pelatihan diri yang tertinggi diantara yang lainnya. Maka tubuh ini melambangkan Buddha dharna yang tanpa batas , melindungi semua makhluk terbebas dari bencana dan memberikan rejeki yang melimpah.

Jika melatih diri dengan hati tulus dan samadi yang kuat maka akan mendapatkan anugerah yang tak terhingga. Menurut cerita , pada masa dynasty Tang hidup seorang guru besar bernama Shan Dao. Beliau melatih diri dengan menutup diri selama 19 tahun tanpa pernah bertemu dengan orang lain. Pada suatu hari saat beliau bermeditasi tiba – tiba merasakan kuan yin pusa sedang memberikan wejangan dharma kepadanya , Karena itulah kemudian dia dapat tercerahkan dan disebut sebagai leluhur  dari aliran sukhavati.

32 Avalokitesvara memegang padma持莲观音 Kuan yin memegang padma (teratai)

Kuan yin memegang bunga padma , berdiri diatas daun teratai. Biasanya dipasangkan dengan dua orang anak kecil . seperti yang terdapat didalam kisah perjalanan kebarat bhiksu dynasty tang menceritakan bahwa wujud ini adalah bentuk kuan yin yang memberikan pelajaran dharma kepada hong er (anak merah) .  anak kecil melambangkan kemurnian dari bunga  teratai yang sangat indah pada saat bunganya mekar.

33 Avalokitesvara memercikan air洒水观音 Kuan yin memercikkan air

Tangan kanan memegang ranting willow dengan mudra pemercikan air suci , tangan kiri memegang alat pemercikan air suci ; atau juga dengan bentuk tangan kanan memegang ranting willow  ,d engan tangan kiri memegang patra berisi air suci dalam posisi berdiri. Wujud ini merupakan lambang dari kekuatan kuan yin yang menolong orang yang terkena bencana air , dengan memanjatkan namanya maka kuan yin akan segera menolong orangtersebut.

Kuan yin memercikkan air kedunia manusia dengan maksud membersihkan kilesa dan kekotoran batin lain yang dimiliki oleh manusi dan juga memberikan berkah kepada mereka dengan welas asih yang dalam melalui butiran air embun amerta . air adalah unsure utama didunia ini dan semua orang membutuhkannya , wujud kuan yin memercikkan air ini juga memberikan lambang kemakmuran atas welas asih kuan yin yang memberikan air secara merata dibelahan bumi…

 

 

  • ASRAMA SANGHA DAN KEPALA VIHARA

Didalam sebuah vihara Mahayana, anggota Sangha / para Bhiksu dan Bhiksuni memegang peranan penting sebagai pemimpin dan pengawaAsrama Sanghas terselenggaranya kegiatan vihara dan keagamaan. Untuk itu dalam setiap vihara Mahayana selalu ada asrama bagi sangha dan juga kamar tamu bagi para umat Buddha dan relawan Buddhist. Ruangan yang digunakan sebagai asrama pada dasarnya dapat menampung orang secara berkelompok karena pada dasarnya vihara menekankan kepada umat  Buddha untuk dapat hidup bersama
dengan orang lain dimasyarakat. Hal ini selaras dengan ajaran Mahayana yang menekankan kepada umat Buddha untuk mengembangkan hati bodhicitta. Pengembangan tersebut tidak cukup dilakukan hanya dengan bermeditasi didalam hutan maupun gua dan gunung, melainkan harus dilatih ditengah kerumunan orang dimasyarakat dengan tujuan untuk menguatkan hati agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang buruk sekaligus sebagai sebuah pelatihan diri dengan dasar falsafah bungan teratai yang selalu bersih dan wangi meskipun hidup ditengah lumpur yang bau. Untuk itu kamar asrama juga menjadi tempat pelatihan diri yang memadai bagi seorang praktisi buddhis dalam mengembangkan hati bodhisattva dan sifat hidup laksana bungan teratai.

Asrama Sangha 1Kepala vihara mempunyai kamar ditempat yang terpisah dari para anggota sangha karena seorang kepala vihara pada umumnya harus menjamu para tamu maupun donatur yang hadir. Didalam ruangan kepala vihara terdapat ruang tamu untuk jamuan tamu dan donatur vihara, menurut tradisi dalam sebuah pejamuan harus ada Teh sebagai minuman kehormatan yang utama dan paling umum digunakan. Selain falsafahnya sebagai minuman dalam berlatih zen, teh juga merupakan symbol budaya yang melekat erat didalam tradisi kuno sampai masa kini di China. Selain teh yang menjadi minuman penyambutan, didalam kamar kepala vihara pada umumnya terdapat sebuah altar kecil untuk tamu yang ingin bernamaskara, bahkan terkadang juga terdapat relic Buddha agar para tamu vihara dapat mengikat jodoh dengan bernamaskara kepada para Buddha, bodhisattva dan makhluk-makhluk suci lainnya. Kepala vihara merupakan pemimpin tertinggi yang bertanggungjawab kepada vihara pada khususnya dan kepada agama Buddha pada umumnya.

  • DAPUR VIHARADapur Vihara

Pada zaman Buddha, semua kegiatan vihara disokong sepenuhnya oleh umat pengikut Buddha. Kemudian sejak masuknya ajaran Buddha ke China, Kehidupan vihara mengalami banyak perubahan dalam hal struktur dan organisasi. Sejak masa kehidupan master Baizhang yang menekankan zen berdikari kehidupan vihara pun semakin berwarna. Vihara yang pada masa lampau hanya ada kegiatan keagamaan dan meditasi, kemudian setelah munculnya pemikiran tersebut maka semua anggota vihara harus menghidupi kehidupan mereka sendiri dengan bekerja diladang vihara. Hal tersebut tidak dikhususkan untuk pegawai dapur saja, namun semua orangpun harus ikut bekerja bhakti menanam ladang.

Dapur merupakan tempat yang subur untuk menanam kebajikan, karena saat orang lain sedang bermeditasi atau melakukan upacara keagamaan, hanya dengan makan lah mereka dapat mengisi tenaga sehingga konsentrasi untuk hal tersebut akan semakin meningkat begitu pula dengan karma baik yang didapatkan juga akan lebih besar dibandingkan dengan seorang yang dalam kondisi perut kosong melakukan meditasi atau upacara keagamaan pasti konsentrasinya akan menurun begitu pula dengan karma baiknya juga tidak akan maksimal.

Dapur vihara pada umumnya memasang sebuah papan nama seorang Bodhisattva bernama Druma Kinnara raja (大乘紧那罗王菩萨) yang bertugas menjaga masakan yang akan dipersembahkan untuk Buddha dan makan Sangha. Konon disebuah vihara diatas gunung datang segerombol orang yang ingin merampok vihara. Saat tersebut semua bhiksu yang tinggal divihara tidak mampu mencegah datangnya rampok tersebut. Akhirnya dari dalam dapur muncullah seorang bhiksu yang datang membawa sebilah pisau mengusir para rampok tersebut. Setelah rampok berhasil diusir keluar dari vihara, semua orang ingin menemui dan berterimakasih kepada bhiksu yang gagah membawa pisau tersebut. Namun ketika mereka semua kedapur untuk mencarinya ternyata bhiksu misterius tersebut sudah menghilang tanpa jejak. Maka dari situlah semua vihara Mahayana selalu memasang papan nama bodhisattva tersebut agar dapur vihara selalu terjaga. Tidak ada racun yang mampu mencemari sayuran yang dimasak divihara dan semua orang yang didapur akan selalu dilindungi olehnya.

Artikel Oleh : YM.  Sakya Vaipulya Virya –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *